24/04/11

Nikmati Saja Hidup Ini...

Nikmati saja hidupmu, wahai sahabat…
Usahlah engkau bersedih dan mengeluh,
engkau di dunia ini tak akan selamanya,
esokpun engkau akan berpulang,
kembali padaNya... menemuiNya,

Usah engkau risaukan duniamu,
akhirat yang abadi lebih mulia,
bersiaplah engkau untuknya,

Tak perlu banyak bicara,
lakukan saja yang engkau bisa,
ada Dia yang selalu melihatmu,
ada Dia yang selalu mendengar doa-doamu,
ada Dia yang setia menemanimu,

Yakinlah, engkau tak pernah sendiri lagi,
engkau bahagia bersamaNya, bukan?

Rasakanlah kehadiranNya yang setiap saat dekat denganmu,
bahkan ia lebih dekat dari urat nadimu sekalipun,

Lalu...Apalagi alasanmu untuk bersedih?
Apa lagi alasanmu untuk dapat menumpahkan keluhmu?
Apa lagi alasanmu untuk pamerkan kecengenganmu?
Apa lagi alasanmu untuk tidak berbuat, saat kesempatan berbuat begitu luas terbuka?
ia ada untuk engkau isi,
kesempatan itu untuk engkau taklukkan,

So, jangan pernah ragu lagi,
engkau sudah sangat kuat bersamaNya,
engkau sangat luar biasa dalam bimbinganNya,
engkau mampu taklukkan egomu,
engkau mampu runtuhkan kelumu,
engkau mampu robohkan karang kesombonganmu itu,
engkau mampu berlemah lembut,
engkau bisa berkasih sayang,
engkau akan selalu memiliki jiwa yang lapang,
untuk kembali menerbitkan senyumanmu,
senyuman terindah yang engkau miliki,

Yakinlah bahwa engkau mampu,
maka engkau benar-benar mampu, wahai sahabatku…

Semangat berjuang!
gigih berdoa,
jangan pernah engkau lupa, ada Dia bersamamu,

Semoga engkau selalu ingat,
ada yang mengharapkan kebaikan-kebaikanmu,
kenanglah saat-saat engkau menderita,
maka engkau akan mampu berbagi di saat bahagiamu
sumbangkanlah walau sepotong senyumanmu,
sampaikanlah walau sebait nasehatmu,
bagilah walau satu kata motivasimu hari ini,
maka engkau akan bahagia…

19/04/11

I can see "The Real Hanung Bramantyo" from this movie...

Have you ever watched "?" movie (Tanda Tanya/Question Mark) by Hanung Bramantyo? I think it's a must for you to watch it coz you will see the reality of life in our religions' society especially in Indonesia. There were 3 families with each different point of view. Tan Kat Sun’s family had an ill gotten (tidak halal) chinese food restaurant. Soleh’s family with the problem of Soleh as the family leader who didn’t have any job but he had a beautiful godly wife. Rika’s family, a widower with one son, who had a relationship with Surya, a young man who didnt marry yet. The relation among these families were the problems in the different view, status, religion, and ethnic group.


Hanung Bramantyo can present bravely the real life of religions’ society. It causes some pro and contra in some groups of religion n ethnic as can be seen in some newspapers or television. But don’t judge it before you watch the movie. You will get the point and moral value of the movie. It is the truly reality in our religions’ life. I think it is the best Hanung Brantyo’s movie I’ve ever watched. After watching the movie, I decided this is the real Hanung Bramantyo’s movie..

14/11/10

I met Andrea Hirata for the first time...

Ephie 'n Andrea Hirata.. sebelum berpisah.. ^_^ 
I was very happy…Why? Coz I met my favorite writer, ANDREA HIRATA. I came to the event held by Pusat Studi Wanita UGM although the seats were full. Fortunately I arrived there on time. He looked handsome with a black hat covering his curly hair. He wore a formal, white-lined, black shirt and a jeans combined. It looked casual and simple. I was speechless to make a comment about him. I didn’t believe, it was like a dream, how easy I met Bang Andrea or Ikal?
I’ve owned his 3 books of Tetralogy Laskar Pelangi, namely Laskar Pelangi, Sang Pemimpi and Edensor. Did you know? I had stories behind each book. First I bought Edensor when I had someone I lowed was inside of me. Second, I bought Sang Pemimpi when on the way after I bought this book, I met someone I loved with the other person I hate (Hiks..hiks..hiks..so sad). Last but not least, I bought Laskar Pelangi when someone I loved was not inside of me, but I was very happy coz after I bought it I met Andrea Hirata… so unbelievable! If you can feel what I feel, you’ll also happy to feel what I feel..
I was admiring Andrea’s books about the stories which can be inspirations to my life. He can write the experience of his life into easy reading language. He makes the readers as if the character of his book. He brings us to be a part of the story. He is a really smart writer although he is not a letter’s graduation. I have new spirits after reading his books and knowing the story of Andrea Hirata’s life.
Honestly, I’m crazy about his works and life. When he said “I love a woman who wears veil”, directly I’ll register to be his …. (Ups, I think it’s impossible) I’m just a secret admirer of him…
Well, I hope Andrea Hirata always makes great books which can give new spirit to survive in this life although doing this life nowadays is very hard.
I’m waiting for the last book of Tetralogy Laskar Pelangi, Maryamah Karpov…

24/08/10

Me Againts the Bettlebee...

Hahaha... I fell from my chair because of a bettlebee (kumbang)... how come? Actually I’m afraid of any kind of insects. When I was busy with my notebook, suddenly a bettlebee stayed calmly behind me. I was so surprised to see that. I tried to go far away from the frightened insect. But how pitty I am, I fell from my chair and lie down the floor. Uugh...It was so painful for me. My mother heard then asked me, “What’s happen dear?” I said while groaning, “No problem, Mom...Uugh...

You've Got A Friend... (the song of our friendship)

When you're down and troubled
And you need a helping hand
And nothing, oh, nothing is going right,
Just close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest night

You just call out my name
And, you know, wherever I am
I'll come running
To see you again
Winter, spring, summer or fall
All you've got to do is call
And I'll be there,
You've got a friend

If the sky above you
Should turn dark and full of clouds
And that old north wind should begin to blow
Keep your head together now
And call my name out loud
Soon I'll be knocking upon your door

You just call out my name
And, you know, wherever I am
I'll come running
To see you again
Winter, spring, summer or fall
All you've got to do is call
And I'll be there, yeah yes

Ain't it good to know that you've got a friend
When people can be so cold?
They hurt you and desert you,
Well, they take your soul if you let them,
Oh, but don't you let them

You just call out my name
And, you know, wherever I am
I'll come running
To see you again
(Oh baby don't you know 'bout)
Winter, spring, summer or fall
(Hey Now) All you've got to do is call
I'll be there, yes

You've got a friend
You've got a friend
by James Taylor 


jadulnya ne poto... but we are happy as friends..


Goodbye my friend.... it’s not the end of our friendship... (110609)

semangat para laskar pendidikan... go girls!!!

Hari ini aku mempunyai beberapa rencana untuk perpisahan temanku. Planning sudah tersusun rapi dan siap untuk dijalankan. Sampai rumah jam setengah satu siang. Habis sholat Dzuhur, planningnya adalah makan siang, buat kartu ucapan, mandi, trus berangkat ambil pesanan kaos di tempat duplikatnya mas Setiawan Tiada Tara di daerah Demangan (hehe...) But suddenly... ada dua orang cowok bertandang ke rumahku nanya-nanya soal kompor gas dan bahayanya... sesudah tanya sana-sini, eeh... ternyata dua lelaki yg lumayan menyebalkan dan agak kebencong-bencongan itu adalah seorang penawar jasa servis kompor gas sekaligus menjual alat pengaman kompor gas... pliss deh... rasa-rasanya pengen ngusir mereka... hampir satu jam mereka pidato ngalor ngidul akhirnya berakhir juga... jengkel, sebel, pengen nonjok!!! Dasar tukang servis kompor!!!

Walhasil jam 2 aku langsung buat kartu ucapan n langsung di-print.. mana low ink lagi... konsep kartu ucapan yg minimalis! next, aku bergegas makan siang sampe kesereten, trus mandi... jam 2.45 langsung cabut jemput temenq (Heny). Sampe sana temenq udah ready dg helm dan perlengkapanya. Yup... perlengkapan utk membungkus kado...
Oh iya, kertas kadonya belum ada... still have much time to buy it... then aku lajukan motorq ke arah Demangan. Sampailah di sebuah tempat foto kopi n tempat perlengkapan kado. Akhirnya kami membeli selotip n kertas kado warna merah jambu hahaha romantis... next langsung meluncur ke TKP di daerah Demangan. 

Disana sudah terpampang kaos yg kami pesan bergambar karikatur pengantin jawa dg konsep warna black n white... hopefully my friend will be happy to receive them. Ketemulah kami dengan duplikatnya mas Setiawan. After saying hello to him, kami numpang mbungkus kado disitu, maklum waktunya udah mepet coz kami udah janjian dengan Lia untuk ketemuan di daerah situ sekitar jam4, dan jam pada waktu itu sudah menunjukkan pukul 3.30... untungnya my friend, Heny, jago bungkus kado... dengan kecepatan dan ketrampilannya membungkus akhirnya kado selesai dibungkus dalam waktu kurang dari 10 menit. Hasilnya Sangat Rapi! dibanding jika aku yg membungkus. Mana di bela-belain hidung meler n keringat menetes-netes hahaha... setelah itu qta pamit, but sedihnya gak smpet pamitan dengan mas Setiawan... 

Kami menunggu Lia di depan mini market di dekat Shelter... lama tak muncul-muncul, eh malah yg muncul mas Setiawan yg sedang tebar pesona naik Vespa modivikasi yg keren abiz... (mau donk bonceng kwkwkwkw... ) mas Setiawan berlalu, akhirnya Lia pun datang dengan wajah berseri-seri... kami pun menuju tempat favorit kami melepaskan penat dan melampiaskan segalanya, sekaligus penyaluran hobby hahaha... 2 jam kami disana tak terasa sudah jam 6 petang... 

Perut sudah meraung-raung minta diisi.. kami pun mengarahkan motor kami ketempat makan yang murah dan enak. Tempat makan di daerah Timoho lah pilihannya. Ayam bakar, sambal pedas tetapi manis, lalapan, dan es jeruk. Kami menyantap hidangan tersebut dengan lahapnya ditemani sebuah program acara dari sebuah TV 14 inch tepat dihadapan kami (Kacian pengunjung laen gak kebagian...haha). 

Next destination adalah sebuah kedai kopi di kawasan selokan mataram. 
Sesampainya disana aku mengeluarkan laptopq dan mulai membuka internet, but loading super duper lama akhirnya kami menonton film yg q save di laptop. Kulihat lia sedang sibuk memilih menu yg akan dipesan. Akhirnya aku dan Heny pesan coklat pana dan Lia pesan es lemon tea... But mengapa Lia jd pendiam... hati bertanya2 apakah tadi aku salah ucap? Atau apa? Aku dan heny sedikit kebingungan dengan sikap Lia yg mendadak pendiam. Aku dan heny kebingungan untuk membuat Lia kembali ceria. Kami saling ber-sms untuk menata strategi2 yg harus kami lancarkan. Keputusannya kami memberikan langsung kado itu kepada Lia saat itu juga (rencananya kalo udah mo pulang... but udah kadung suasana kurang mendukung). Lia sempat mengucapkan thanks, but she still keeps silent... 

Selang beberapa saat, Lia pun minta izin kpd kami utk ke toilet. Kami lihat dia beranjak menangis. Kami melancarkan strategi agar Lia bisa kembali ceria lagi. Strategi berikutnya adalah mengirimkan sms bertema friendship, but hasilnya mengecewakan coz sms yg Heny kirim terlalu over character so kagak nyampe2 ke hape Lia deh... (akhirnya langsung aja deh baca di hape Heny... wuu... ra mutu tenan). Walhasil nangisnya malah semakin jadi... kami semua larut dalam suasana, dan akhirnya ikut menangis walaupun tak separah menangisnya Lia. We hugged each other... berpelukan... “Kapan ya kita bisa seperti ini lagi...” itulah kata-kata yg cukup mengharukan...

Akhirnya kado itu dibuka... Syukurlah Lia menyukai kado persembahan kami (Ephie, Laila, Heny, n Jule). Sepasang t-shirt bergambar karikatur pengantin jawa yang bagian depannya bertuliskan ‘just married’ dan ‘lia’s groom’ untuk mempelai pria serta ‘ujang’s bride’ untuk mempelai wanita... dan bagian belakangnya bertuliskan ‘wedding is....’ sederhana namun penuh makna.... 

Masih menangis dan tertawa... ditemani lantunan lagu dari band yg sedang manggung membuat suasana semakin kena... berat rasanya meninggalkan persahabatan ini... secangkir coklat hangat dihadapanku tak terasa semakin berkurang... (haha... maklum makanan yg masing-masing kami bawa cukup banyak, sebenarnya secangkir saja tidak cukup... but mau gimana lagi hehe...) 

Malam semakin larut, akhirnya kami memutuskan untuk pulang... coz q udah lumayan ngantuk juga apalagi keesokan harinya pagi-pagi buta harus naik gunung... kami saling berpelukan lagi dan say good bye... 

Dinginnya malam menyertai perjalanan sekaligus perpisahan kami bersama Lia... (hiks..)
Ini bukanlah perpisahan... kita kan masih bisa ketemu walaupun gak tau kapan dan dimana hehe...
Pren, hidup yg sebenarnya akan kau hadapi... tetap semangat... go girl laskar pendidikan!!!

You just call out my name and you know wherever I am, I’ll come running to see you again... (kapan kita nyanyi lagu ini lagi...)