![]() |
| semangat para laskar pendidikan... go girls!!! |
Hari ini aku mempunyai beberapa rencana untuk perpisahan temanku. Planning sudah tersusun rapi dan siap untuk dijalankan. Sampai rumah jam setengah satu siang. Habis sholat Dzuhur, planningnya adalah makan siang, buat kartu ucapan, mandi, trus berangkat ambil pesanan kaos di tempat duplikatnya mas Setiawan Tiada Tara di daerah Demangan (hehe...) But suddenly... ada dua orang cowok bertandang ke rumahku nanya-nanya soal kompor gas dan bahayanya... sesudah tanya sana-sini, eeh... ternyata dua lelaki yg lumayan menyebalkan dan agak kebencong-bencongan itu adalah seorang penawar jasa servis kompor gas sekaligus menjual alat pengaman kompor gas... pliss deh... rasa-rasanya pengen ngusir mereka... hampir satu jam mereka pidato ngalor ngidul akhirnya berakhir juga... jengkel, sebel, pengen nonjok!!! Dasar tukang servis kompor!!!
Walhasil jam 2 aku langsung buat kartu ucapan n langsung di-print.. mana low ink lagi... konsep kartu ucapan yg minimalis! next, aku bergegas makan siang sampe kesereten, trus mandi... jam 2.45 langsung cabut jemput temenq (Heny). Sampe sana temenq udah ready dg helm dan perlengkapanya. Yup... perlengkapan utk membungkus kado...
Oh iya, kertas kadonya belum ada... still have much time to buy it... then aku lajukan motorq ke arah Demangan. Sampailah di sebuah tempat foto kopi n tempat perlengkapan kado. Akhirnya kami membeli selotip n kertas kado warna merah jambu hahaha romantis... next langsung meluncur ke TKP di daerah Demangan.
Disana sudah terpampang kaos yg kami pesan bergambar karikatur pengantin jawa dg konsep warna black n white... hopefully my friend will be happy to receive them. Ketemulah kami dengan duplikatnya mas Setiawan. After saying hello to him, kami numpang mbungkus kado disitu, maklum waktunya udah mepet coz kami udah janjian dengan Lia untuk ketemuan di daerah situ sekitar jam4, dan jam pada waktu itu sudah menunjukkan pukul 3.30... untungnya my friend, Heny, jago bungkus kado... dengan kecepatan dan ketrampilannya membungkus akhirnya kado selesai dibungkus dalam waktu kurang dari 10 menit. Hasilnya Sangat Rapi! dibanding jika aku yg membungkus. Mana di bela-belain hidung meler n keringat menetes-netes hahaha... setelah itu qta pamit, but sedihnya gak smpet pamitan dengan mas Setiawan...
Kami menunggu Lia di depan mini market di dekat Shelter... lama tak muncul-muncul, eh malah yg muncul mas Setiawan yg sedang tebar pesona naik Vespa modivikasi yg keren abiz... (mau donk bonceng kwkwkwkw... ) mas Setiawan berlalu, akhirnya Lia pun datang dengan wajah berseri-seri... kami pun menuju tempat favorit kami melepaskan penat dan melampiaskan segalanya, sekaligus penyaluran hobby hahaha... 2 jam kami disana tak terasa sudah jam 6 petang...
Perut sudah meraung-raung minta diisi.. kami pun mengarahkan motor kami ketempat makan yang murah dan enak. Tempat makan di daerah Timoho lah pilihannya. Ayam bakar, sambal pedas tetapi manis, lalapan, dan es jeruk. Kami menyantap hidangan tersebut dengan lahapnya ditemani sebuah program acara dari sebuah TV 14 inch tepat dihadapan kami (Kacian pengunjung laen gak kebagian...haha).
Next destination adalah sebuah kedai kopi di kawasan selokan mataram.
Sesampainya disana aku mengeluarkan laptopq dan mulai membuka internet, but loading super duper lama akhirnya kami menonton film yg q save di laptop. Kulihat lia sedang sibuk memilih menu yg akan dipesan. Akhirnya aku dan Heny pesan coklat pana dan Lia pesan es lemon tea... But mengapa Lia jd pendiam... hati bertanya2 apakah tadi aku salah ucap? Atau apa? Aku dan heny sedikit kebingungan dengan sikap Lia yg mendadak pendiam. Aku dan heny kebingungan untuk membuat Lia kembali ceria. Kami saling ber-sms untuk menata strategi2 yg harus kami lancarkan. Keputusannya kami memberikan langsung kado itu kepada Lia saat itu juga (rencananya kalo udah mo pulang... but udah kadung suasana kurang mendukung). Lia sempat mengucapkan thanks, but she still keeps silent...
Selang beberapa saat, Lia pun minta izin kpd kami utk ke toilet. Kami lihat dia beranjak menangis. Kami melancarkan strategi agar Lia bisa kembali ceria lagi. Strategi berikutnya adalah mengirimkan sms bertema friendship, but hasilnya mengecewakan coz sms yg Heny kirim terlalu over character so kagak nyampe2 ke hape Lia deh... (akhirnya langsung aja deh baca di hape Heny... wuu... ra mutu tenan). Walhasil nangisnya malah semakin jadi... kami semua larut dalam suasana, dan akhirnya ikut menangis walaupun tak separah menangisnya Lia. We hugged each other... berpelukan... “Kapan ya kita bisa seperti ini lagi...” itulah kata-kata yg cukup mengharukan...
Akhirnya kado itu dibuka... Syukurlah Lia menyukai kado persembahan kami (Ephie, Laila, Heny, n Jule). Sepasang t-shirt bergambar karikatur pengantin jawa yang bagian depannya bertuliskan ‘just married’ dan ‘lia’s groom’ untuk mempelai pria serta ‘ujang’s bride’ untuk mempelai wanita... dan bagian belakangnya bertuliskan ‘wedding is....’ sederhana namun penuh makna....
Masih menangis dan tertawa... ditemani lantunan lagu dari band yg sedang manggung membuat suasana semakin kena... berat rasanya meninggalkan persahabatan ini... secangkir coklat hangat dihadapanku tak terasa semakin berkurang... (haha... maklum makanan yg masing-masing kami bawa cukup banyak, sebenarnya secangkir saja tidak cukup... but mau gimana lagi hehe...)
Malam semakin larut, akhirnya kami memutuskan untuk pulang... coz q udah lumayan ngantuk juga apalagi keesokan harinya pagi-pagi buta harus naik gunung... kami saling berpelukan lagi dan say good bye...
Dinginnya malam menyertai perjalanan sekaligus perpisahan kami bersama Lia... (hiks..)
Ini bukanlah perpisahan... kita kan masih bisa ketemu walaupun gak tau kapan dan dimana hehe...
Pren, hidup yg sebenarnya akan kau hadapi... tetap semangat... go girl laskar pendidikan!!!
You just call out my name and you know wherever I am, I’ll come running to see you again... (kapan kita nyanyi lagu ini lagi...)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar